Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua.
Perkenalkan Nama saya Risma Dewi Herlisti CGP Angkatan 5 Kabupaten Banyumas, Fasilitator Titiek Moedjayanti, Pengajar Praktek Tabah Subekti. Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan koneksi antar materi Coaching Untuk Supervisi Akademik.Dengan tujuan pembelajaran yaitu CGP dapat menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang diperoleh dan membuat refleksi berdasarkan pemahaman yang dibangun selama modul 2 dalam berbagai media.
Materi Pembelajaran Modul 2.3
Coaching
Coaching adalah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri dan pertumbuhan pribadi dari coachee.
Paradigma Berpikir Coaching
1. Fokus pada coachee yang akan dikembangkan
2. Bersikap terbuka dan ingin tahu
3. Memiliki kesadaran diri yang kuat
4. Mampu melihat peluang baru dan masa depan
Prinsip Coaching
1. Kemitraan
Untuk membantu coachee mencapai tujuannya seorang coach mendukung secara maksimal tanpa memperlihatkan otoritas yang lebih tinggi dari coachee
2. Memberdayakan
Melalui percakapan, seorang coach dapat menggali dan memetakan situasi sehingga menghasilkan pemikiran atau ide-ide baru dari coachee.
3. Optimalisasi
Percakapan diakhiri dengan rencana tindak lanjut untuk diterapkan dalam aksi nyata sehingga potensi coachee berkembang.
Coaching Dalam Konteks Pendidikan
Menurut Filosofi KHD proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran antara guru dan murid, murid diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai Pamong dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada agar murid tidak kehilangan arah dan menemukan kekuatan dirinya tanpa membahayakan dirinya.Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani menjadi semangat dan menguatkan ketrampilan komunikasi guru dan murid dengan menggunakan pendekatan coaching.
Kompetensi Inti Coaching
- Kehadiran penuh yaitu kemampuan untuk bisa hadir utuh bagi coachee.
- Mendengarkan aktif yaitu seorang coach yang baik akan mendengarkan lebih banyak dan lebih sedikit berbicara.
- Mengajukan pertanyaan berbobot yaitu pertanyaan yang diajukan dapat menggugah orang untuk berpikir, menstimulasi pemikiran coachee mengungkapkan hal-hal baru.
Percakapan Berbasis Alur Tirta
Tujuan , Coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai coachee dari sesi coaching.
Identifikasi, proses menggali semua hal yang terjadi pada diri coachee
Rencana Aksi, Coach membantu coachee dalam memilah dan memilih hasil pemikiran selama sesi yang nantinya akan dijadikan sebuah rancangan aksi.
Tanggung jawab, komitmen coachee dalam membuat sebuah rencana aksi dan menjalankannya.
Supervisi Akademik dengan Paradigma Berpikir Coaching
Supervisi akademik perlu dimaknai secara positif sebagai kegiatan berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran yakni pembelajaran yang berpihak pada anak. Beberapa prinsip-prinsip supervisi akademik dengan paradigma berpikir coaching meliputi : Kemitraan, konstruktif, terencana, reflektif, objektif, berkesinambungan dan komprehensif. Sedangkan siklus dalam supervisi klinis terdiri dari tiga tahap yakni Pra-Observasi, Observasi dan Pasca Observasi.
Pengalaman Reflektif Terkait Pembelajaran
Emosi yang dirasakan yaitu tergugah untuk lebih giat belajar, mendapatkan pemahaman yang baik tentang coaching untuk supervisi akademik. Selain itu juga merasa tertantang untuk melakukan praktek coacing sebanyak mungkin dengan murid dan rekan guru agar mendapatkan ketrampilan coaching yang baik.
Yang sudah baik dan perlu diperbaiki adalah mendapatkan pemahaman dan materi coaching dan sudah mempraktekkannya merupakan hal yang sudah baik.Yang masih perlu perbaikan yaitu membuat pertanyaan berbobot kepada coachee.
Implikasi terhadap kompetensi diri menambah dan mengoptimalkan kompetensi diri sebagai seorang pendidik yang dapat menjadi coach bagi orang-orang disekitar.
Analisis Terkait Topik Modul 2.3.
1.Bagaimana Penerapan Coaching Untuk Supervisi Akademik ?
Melalui supervisi akademik, kegiatan pemberdayaan dan pengembangan kompetensi diri dalam rangka peningkatan performa mengajar dan mencapai tujuan pembelajaran, Coaching dibutuhkan sebagai upaya peningkatan motivasi atau komitmen diri seorang guru sehingga kualitas pembelajaran meningkat.
2. Coaching sebagai kompetensi membangun kemitraan
Kemitraan dapat terbangun pada saat menjalani coaching, tidak perlu memandang kesenjangan jabatan, karena dalam supervisi akademik terjadi proses kolaboratif antara supervisor dan guru.
3. Apa tantangan Implementasi Coaching di sekolah ?
Seringkali supervisi akademik dilihat sebagai sebuah proses yang bersifat satu arah.Supervisi menjadi sebuah tagihan bagi para guru.
4. Bagaimana Alternatif solusi untuk tantangan yang ada ?
Pada proses coaching , coach menempatkan diri sebagai pendengar aktif dengan sedikit mendominasi pembicaraan. Coach hanya melontarkan beberapa pertanyaan yang merangsang ide melalui jawaban dari coachee.Dibutuhkan ketrampilan berkomunikasi lebih untuk melakukan coaching, sebab lebih menekankan pada menemukan komitmen untuk menyelesikan masalah sehingga lebih baik kedepannya.
Koneksi Antar Materi
2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi
Dalam pembelajaran berdiferensiasi diadakan pemetaan dengan 3 cara Minat siswa, kebutuhan belajar siswa, dan profil pelajar siswa. Pemetaan ini digunakan oleh coachee sebagai data dalam proses coaching, sehingga murid mampu mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya untuk menemukan solusi terbaik.
2.2. Pembelajaran Sosial Emosional
Beberapa hal yang perlu dipahami dalam pembelajaran sosial emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, ketrampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. KSE digunakan oleh seorang pendidik sebagai coach dalam proses coaching kepada coachee agar terjadi pengendalian diri dan emosi serta menimbulkan rasa empati serta pengambilan keputusan yang tepat.
Peran sebagai coach di sekolah dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya pada modul 2.1 dan 2.2 DAlam melakukan percakapan coaching dengan alur TIRTA mewajibkan kita untuk dapat melakukan kehadiran penuh salah satunya dengan kegiatan STOP, mindfull listening. Salah satu prinsip coaching adalah memaksimalkan potensi dan memberdayakan rekan sejawat. Percakapan coaching diakhiri dengan suatu rencana tindak lanjut. Karena coachee beragam maka ketrampilan PSE diperlukan untuk dapat memaksimalkan potensi coachee.
Sekian, Terima kasih
Guru Bergerak , Indonesia Maju
Komentar
Posting Komentar