KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3

 TUGAS MODUL 3.3. KONEKSI ANTAR MATERI
PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Risma Dewi Herlisti

CGP Angkatan 5 Banyumas





Bagaimana perasaan anda setelah mempelajari modul ini ?

Perasaan saya lega dan bersyukur karena menjadi CGP yang telah menempuh akhir modul 3.3. ini dan  mendapat ilmu baru mengenai program sekolah yang mampu menumbuhkan kepemimpinan murid yang  bermanfaat bagi saya sebagai guru / pemimpin pembelajaran.

Setelah mempelajari modul ini, saya menyadari setiap guru memiliki program / ide dan gagasan yang dikembangkan di sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan murid yang membutuhkan pemikiran dan berbagai pertimbangan yang matang sebelum dilaksanakan. Terlebih dahulu melakukan pemetaan aset di sekolah sehingga program bisa terarah, memiliki tingkat keberhasilan dan kesuksesan lebih tinggi.Setelah memetakan aset barulah sebuah program yang berdampak pada murid dapat dilaksanakan sesuai aset-aset yang dibutuhkan program tersebut. 

Alat bantu yang dibutuhkan untuk merencanakan program sekolah adalah :

  • Tahap BAGJA
  • 7 Aset
  • Tipe resiko
  • 12 pedoman MELR

Apa intisari yang anda dapatkan dari modul ini ?

Dalam merencanakan suatu program sekolah yang berdampak pada murid, hendaknya tujuan program tersebut mengandung unsur-unsur tahapan BAGJA ( Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur eksekusi). 

Program sekolah dapat terlaksana dan dapat sukses dipengaruhi oelh berbagai aspek misalnya sumber daya sekolah. Pemetaan sumber daya atau identifikasi terhadap aset / modal yang dimiliki sekolah dapat diefektifkan sebagai kekuatan dalam pengembangan sekolah  antara lain : 

  • modal manusia
  • modal sosial
  • modal fisik
  • modal lingkungan/ alam 
  • modal finansial
  • modal politik
  • modal agama dan budaya
Murid merupakan sosok yang merdeka belajar sehingga harus diberikan kebebasan dalam berfikir, berkreasi dan berinovasi tanpa adanya tekanan.Kepemimpinan murid mengambil peran aktif dalam pendidikan, yang mengacu pada 3 hal penting yaitu :
  1. Voice , memberikan kesempatan murid untuk bersuara, menyampaikan pendapatnya.
  2. Choice, memberikan kesempatan murid untuk mengkonsep program kegiatan maupun penyusunan struktur kegiatan
  3. Ownership, memberikan kesempatan murid untuk menjalankan rangkaian kegiatan sesuai dengan arahan dari guru.

Apa keterkaitan yang dapat anda lihat antara modul ini dengan modul-modul sebelumnya?

Modul 1.1 Filosofi KHD

Guru berperan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada murid, sehingga mereka bisa selamat dan bahagia sebagai individu masyarakat. 

Dalam mengelola program yang berdampak pada murid haruslah melibatkan murid dan berorientasi pad apengembangan potensi ( kodrat anak). Mengembangkan ketrampilan atau kepemimpinan dalam diri murid sehingga bermanfaat untuk mereka baik sebagai individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Menuntun murid sesuai kodratnya dengan mengelola program-program yang berdampak pada murid.

Modul 1.2. Nilai dan Peran Guru Penggerak

Menitikberatkan pada dasar nilai atau pedoman seorang guru dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid. Nilai-nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid merupakan nilai-nilai yang harus dipedomani dalam menyusun program yang berdampak pada murid. Selain itu guru penggerak tidak hanya berperan sebagai pemimpin dalam pembelajaran di kelas, namun memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin dalam hal pengelolaan program yang berdampak pada murid di sekolah.

Modul 1.3. Visi Guru Penggerak

Dalam merencanakan dan mengelola program yang berdampak pada murid dilakukan dengan menggunakan Inkuiri Apresiatif model BAGJA, dengan terlebih dahulu memetakan aset atau potensi yang bisa dikembangkan untuk merencanakan program yang berdampak pada murid.

Modul 1.4. Budaya Positif 

Membiasakan komunikasi dua arah dan  ilai-nilai pendidikan berkarakter untuk mendukung terlaksananya program sekolah yang berdampak pada murid. Membiasakan anak untuk menyuarakan pendapatnya di kelas. Sehingga tumbuh jiwa kepemimpinan dengan sendirinya.

Modul 2.1. Pembelajaran Berdiferensiasi

Merupakan metode pembelajaran yang berpihak pada murid karena berdasarkan pada pemetaan kebutuhan belajar anak yang beragam. Pemetaan kebutuhan belajar anak  menjadi dasar guru dalam mengelola program yang berdampak pada murid. Karena kekuatan anak yang beragam menjadi aset atau modal melakukan diferensiasi program yang berdampak pada murid dan sesuai dengan kebutuhan murid.

Modul 2.2 Pembelajaran Social Emosional

Merupakan metode pembelajaaran tentang bagaimana mencapai tujuan pendidikan, mengantarkan anak anak mencapai kebahagiaan dan keselamatan dengan mengembangkan aspek sosial emosional pada diri anak. Teknik main fulness menjadi strategi pengembangan lima kompetensi sosial emosional yang didasarkan pada keberpihakan pada murid dan dilakukan untuk tujuan sebesar besarnya memiliki dampak positif pada anak anak dan berpusat pada kebutuhan murid.


Modul 2.3  Coaching Untuk Supervisi Akademik

Merupakan sebuah teknik atau strategi seorang pemimpin pembelajaran dalam menuntun murid untuk menggali potensi anak dan memaksimalkanya. Coaching memberikan kesempatan murid berkembang dan menggali proses berpikir pada diri. Dalam pengelolaan progam yang berdampak pada murid maka coaching dapat digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan sumber daya murid. Mengembangkan kepemimpinan murid, menggali potensi murid untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu keselamatan dan kebahagian murid yang setinggi tingginya


Modul 3.1 Penggambilan Keputusan Berbasik Nilai Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin 

Seorang guru dibekali dengan pengetahuan bagaimana mengambil keputusan, keputusan yang diambil harus dengan alasan keberpihakan pada murid. Dasar, prinsip, serta paradigma dalam pengambilan keputusan hendaknya bisa mendukung dan tetap dipegang teguh dalam mengambil keputusan terutama yang berhubungan dengan dilema etika dalam pengelolaan progam yang berdampak pada murid


Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Seorang pemimpin harus mulai melakukan pemetaan aset yang ada disekolah untuk dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga paradikma haruslah melihat segala sesuatu dengan sisi yang positif atau berbasis aset. Dengan berfokus pada apa yang kita miliki maka pengelolaan progam yang berdampak pada murid dapat terencana dengan baik.


Apa keterkaitan yang dapat anda lihat antara modul ini dengan modul modul sebelumnya?

progam yang berdampak positif pada murid merupakan progam sekolah yang dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan murid.
sasaranya adalah murid dan untuk mengembanngkan potensi murid seutuhnya. Progam yang dibuat berdasarkan minat dan harapan dari murid dan untuk memfalitisasi perkembangan potensi yang ada dalam diri murid.


Bagaimana seharusnya kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar progam progam tersebut dapat berdampak positif pada murid?

Setiap potensi sumber daya yang dimiliki oleh sekolah perlu untuk didentifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui kelebihan dan keunggulannya.
Kekuatan dan potensi apa yang dimiliki oleh setiap personal yang ada di sekolah. Dari hasil identifikasi tersebut makan akan diperoleh data data yang akurat tentang orang orang yang memiliki kompetensi yang dapat melaksanakan peranannya sesuai dengan potensi dan keahliannya pada bidangnya
Setelah dilakukan identifikasi maka selanjutnya adalah bagaimana mengefektifkan sumber daya yang telah tersedia itu yaitu dengan cara memberikan tugas dan peran yang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki agar nantinya mereka dapat bekerja dengan meengarah pada tujuan progam yang telah ditetapkan.
Untuk itu, sebagai pemimpin pembelajaran perlu melalukan kegiatan monitoring, evaluasi pembelajaran dan laporan progam serta memperhatikan manajemen resiko untuk meminimalisir resiko atau hal  hal diluar rencana


Terimakasih
Salam & bahagia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

2.3.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK